RSS
Tampilkan postingan dengan label Tablet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tablet. Tampilkan semua postingan

IMO Tab X7

Tetap berinovasi, IMO kembali tampil dengan varian produk terbarunya. Bukan ponsel, namun sebuah tablet PC. Adalah IMO Tab X7 yang menjadi pelopor generasi awal varian tablet IMO.
Berbasis Android Froyo, gadget portable ini tampil dengan kemasan layar seluas 7 inci, tak beda dengan produk besutan beberapa vendor tablet yang beredar dipasaran. Dengan teknologi layar sentuh kapasitif wide VGA (WVGA) dengan kerapatan piksel 800 x 400, dijamin saat menjelajah internet akan  mendapatkan keasyikan tersendiri. Karakter multi-touch pun semakin menambah jajaran display makin mantap untuk ditelusuri.
Dengan berat kurang lebih 377 gram, tablet lokal ini terasa ringan dan mudah dibawa kemana-mana. Urusan konektivitas, terdapat wifi, bluetooth dan jaringan seluler GSM, menjamin X7 cukup lancar mengarungi ranah maya.
Selain itu, sisi rekam diakomodir oleh dual kamera yang masing masing tersemat di bagian depan dan belakang tablet. Pada tampilan muka , kualitas VGA dirasa cukup untuk mengabadikan gambar, sedangkan pada bagian belakang tertanam kekuatan 3 megapiksel sebagai sarana pengabadi objek.
Dengan dipersenjatai oleh prosesor CPU ARM 11 600 mHz, Qualcomm MSM7227 dijamin saat mengarungi jajaran fitur maupun menikmati kinerja platform kita tak akan menemui kendala berarti. Dengan kisarah harga Rp 3.900.000, perangkat ini hadir pada Maret 2011, dapat menjadi alternatif pasar tablet yang kini tengah bergeliat.

Spesifikasi :
  • Jaringan: GSM/GPRS/EDGE 4 bands(850/900/1800/1900MHz), WCDMA 3g/HSPA 3 bands(900/1900/2100MHz);
  • Dimensi: 179.3(width) x 110(height) x 11.4(depth) millimetres; Bobot: 377 gram;
  • Layar: TFT capacitive multitouch, 256K colors, 800 x 400 pixels, 7 inci,;
  • Kamera Utama: 3. MP;
  • Kamera Sekunder: VGA;
  • Memori: DDR SDRAM 512 MB, microSD up to 32GB;
  • Konektivitas: Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth v2.0 with EDR;
  • Sistem Operasi: Android OS, v2.2 (froyo);
  • Fitur lain: Ambient Light Sensor, G-Sensor ,Built in GPS module, calculator, Calendar, Google Talk Browser, make phone call, digital compass, Gmail, Alarm, Google Maps;
  • Baterai: Lithium Polymer 3240 mAh.
sumber : tabloidpulsa.co.id

Read More......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Huawei Ideos S7, Tablet Android 7 Inci

Satu lagi peserta baru di kancah pasar tablet PC tanah air hadir meramaikan persaingan. Adalah Huawei Ideos S7, sebuah piranti tablet pertama yang diusung oleh vendor ponsel sekaligus penyedia jaringan komunikasi asal Cina, yakni Huawei Device.
Sebagai perangkat yang menawarkan ‘solusi cerdas’ Ideos S7 akan hadir dengan berbagai spesifikasi menarik yang cukup dapat diandalkan. Sebutlah prosesor Qualcomm Snapdragon QSD 8250 1GHz yang diklaim akan menyajikan kinerja yang lebih cepat dan optimal. Pada sisi display, Ideos S7 dibekali dengan layar sentuh resistif berukuran 7 inchi dengan resolusi WVGA berkedalaman 800x480 piksel.


Fitur konektivitas yang dibawa oleh Ideos S7 juga cukup memadai, seperti WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth 2.1 (A2DP), serta support untuk HSPA hingga 7.2 Mbps (downlink) dan 5,76 Mbps (uplink). Tak hanya itu, Ideos S7 juga menawarkan berbagai fitur andal lain seperti HD Video, HiFI Audio Player, Hi-speed Web Browsing yang diklaim sangat mudah dioperasikan oleh siapa saja.
Memang sih, untuk urusan sistem operasi, saat ini Ideos S7 masih menjalankan Android 2.1 a.k.a Éclair. Meski begitu, pihak Huawei berjanji bahwa pada bulan Maret mendatang, update sistem operasi Ideos S7 ke Android 2.2 a.k.a Froyo akan tersedia.
Menariknya, tak seperti yang diduga sebelumnya tablet yang juga telah diluncurkan untuk pasar di wilayah Australia dan Hongkong ini ternyata dibanderol di bawah 3 juta rupiah.
Detil Spesifikasi:
  • Sistem Operasi:  Android 2.1 upgradeable to v2.2 (Froyo)
  • Dimensi: 209x108x15.5mm Bobot: 500g
  • Display: 7” 800×480 (WVGA)
  • Prosesor: 1 GHz Qualcomm Snapdragon QSD 8250
  • Kamera Utama: 2 Mega Pixel
  • Kamera Sekunder: 0.3 Mega Pixel
  • Konektivitas: WiFi 802.11 (/b/g/n), Bluetooth v2.1 + EDR, Micro USB Data 2.0,
  • Video: H.264, MPEG4 (720p HD)
  • Audio: MP3, AMR, AAC
  • Aplikasi utama: SMS/MMS, E-mail Client, Contact Management, HD Video & Audio Player, Web browser & Appropriate Plug Ins, RSS Feed, Widget Engine and Management, Kalender, Photo Album, Remote Upgrade and Management, Document togo Office reader
  • Fitur menarik lainnya: Mendukung 3D Games,  Web 2.0, UI Emotion Widget, Dual Hi-Fi speaker, MIC, jack audio 3.5 mm, Dock jack, Sensor Gravitasi, Optical Track Pad, Auto Light Sensor,
  • Konektivitas: WiFi 802.11 (a/b/g/n), Bluetooth v2.1, micro USB
  • Memori internal: 8 GB, slot kartu micro SD up to 16 GB
  • Battery: Li-ION 3.7V 2200 mAh  
sumber : tabloidpulsa.co.id


Read More......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HP TouchPad, Tablet PC WebOS

Akhirnya apa yang ditunggu dari Hewlett-Packard muncul secara resmi. Adalah tablet HP TouchPad, yang digarap dengan sistem operasi WebOS. Awalnya, tablet PC ini dirumorkan dengan nama HP Topaz, tapi kini sudah jelas sudah.
Ada sesuatu yang menarik dengan TouchPad, dimana memiliki fitur apik yang mampu berkolaborasi secara ‘unik’ dengan ponsel. Nantinya, bila pengguna menerima panggilan telpon maka tinggal pencet (tab) menu Pre 3 di tablet, maka panggilan telpon tadi akan langsung ditransfer dari ponsel ke TouchPad via Bluetooth.
Tampil dengan prosesor dual-core plus sistem operasi WebOS, yang jelas mendukung akses multitasking. Alhasil, pihak pabrikan mengklaim bahwa HP TouchPad nantinya akan bisa melibas para pesaingnya. Sektor layar TouchPad memakai display sentuh 9,7 inci, dengan resolusi 1024×768 piksel. Untuk ‘otak’ seperti yang sudah disebutkan tadi, menanamkan prosesor Qualcomm Snapdragon Dual-core APQ8060, dengan clock speed 1,2 GHz.

Layar sentuhnya nyaman dipakai untuk alani aksi multitasking. Malahan, dalam hal jelajah alam maya, browser TouchPad sudah mendukung Flash 10.1.
Tak beda dengan iPad, tablet PC garapan HP ini akan tersedia pula dalam versi 3G-enable. Koneksi jaringan ini sebatas untuk data. Namun, pada model ini akan dilengkapi GPS. Nah, selain tipe tersebut, bakal ada pula model tanpa 3G maupun GPS. Jadi, bener-bener berupa PC tablet. Fasilitas Wi-Fi b/g/n telah didukungnya, begitu pula dengan Bluetooth 2.1 (A2DP).
HP TouchPad memiliki kamera depan 1,3 MP, yang nantinya difungsikan untuk mengakomodasi video call, semisal via aplikasi Skype atau yang lainnya. Sayangnya, tak ada kamera belakang. Pada bagian audio Touchpad melengkapkan port jack 3,5mm, speaker stereo dan sesuatu yang HP sebutkan sebagai ‘Beat Audio engine’, untuk meningkatkan performa. TouchPad bakal tersedia dalam dua pilihan kapasitas memori internal yakni 16 GB dan 32 GB.
Oya, dalam hal dimensi, HP TouchPad memiliki ukuran 24,0×19,0×1,37 cm, dengan bobot 740 gram. Ukuran ini benar-benar mirip dengan dimensi iPad. Maklum, sedari awal memang HP memposisikan tablet PC-nya untuk berkompetisi dengan tablet garapan Apple, iPad. Di bagian sumber daya, TouchPad mengawinkan baterai berkapasitas 6300 mAH.

Spesifikasi:
Color : Black
Operating system: HP webOS
Display : 9.7-inch XGA capacitive, multitouch screen with a vibrant 18-bit color, 1024×768 resolution display
Keyboard : Virtual keyboard
Email1 : Microsoft® Exchange email with Microsoft Direct Push Technology
POP3/IMAP (Yahoo!® Mail, Gmail™, AOL, Hotmail®, etc.)
Messaging : Integrated IM and SMS
GPS : A-GPS (3G models only)
Digital camera : Front-facing 1.3-megapixel webcam for live video calling
Sensors : Light sensor, accelerometer, compass (magnetometer), and gyroscope
Media formats supported : Audio formats: DRM-free MP3, AAC, AAC+, eAAC+, AMR, QCELP, WAV
Video formats : MPEG-4, H.263, H.264
Wireless connectivity : Wi-Fi 802.11b/g/n with WPA, WPA2, WEP, 802.1X authentication;
Bluetooth® wireless technology 2.1 + EDR with A2DP stereo Bluetooth support
Memory : Choose either 16GB or 32GB internal storage
Battery : Rechargeable 6300 mAh (typical) battery
Connector : Charger/microUSB connector with USB 2.0 Hi-Speed
Headphone jack : 3.5mm stereo headset/headphone/microphone jack
Speakers : Internal stereo speakers and Beats Audio™
HP Touchstone for TouchPad : Compatible
Processor : Qualcomm Snapdragon dual-CPU APQ8060 1.2GHz
Dimensions : Width: 240mm (9.45 inches)
Height: 190mm (7.48 inches)
Thickness: 13.7mm (0.54 inches)
Weight : Approximately 740 grams (1.6 pounds)

sumber : tabloidpulsa.co.id

Read More......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Samsung Galaxy Tab 10.1 a.k.a Galaxy Tab 2, dengan Android 3.0 Honeycomb

Samsung tercatat sangat produktif menelurkan produk baru. Alhasil tak salah jika pabrikan ponsel asal Korea ini menduduki posisi terbesar kedua di kancah bursa ponsel global. Nah, beberapa waktu lalu Samsung mengumumkan kehadiran ponsel pintar terbaru berjudul Galaxy S II. Ternyata, pada saat yang sama Samsung pun ikut memperkenalkan PC tablet terbaru bernama Galaxy Tab 10.1.

Tablet PC baru keluaran Samsung ini merupakan suksesor dari produk sebelumnya, Galaxy Tab. Berbeda dari seniornya itu, Galaxy Tab 10.1 alias Galaxy Tab 2 tampil dengan suguhan layar berukuran 10.1 inci, dengan resolusi 1280x800 piksel (WXGA).


Konsep disain yang ditawarkannya pun ‘manis’, dimana hadir dengan ketebalan 10,9 mm dan bobot 599 gram. Alhasil, tak sekadar relatif ramping tapi juga cukup ringan. Fitur menarik lain yang disajikan di sini yaitu kamera utama 8 MP, yang diberi kemampuan merekam video hingga ukuran full HD 1080p. Juga, Galaxy Tab 10.1 didukung oleh kamera sekunder 2 MP di bagian muka. Kamera depan tersebut bisa difungsikan untuk melakukan video chat. Bahkan, bisa untuk memotret gambar/foto diri sendiri.
Hadir dengan mengusung platform Android 3.0 Honeycomb, tampaknya menjadikan Galaxy Tab 10.1 sebagai pesaing dari PC tablet lain di segmen yang sama seperti Motorola XOOM maupun LG Optimus Pad a.k.a G-Slate. Siapa yang lebih diminati pasar? Tentunya harus menunggu respon pasar. Paling tidak siapa yang mampu memberi harga lebih ‘masuk akal’ pasti bakal bisa merebut hati calon konsumen. Kita tunggu saja perkembangannya.
Berikut kami suguhkan daftar spesifikasinya secara lengkap.


Spesifikasi :
  • Jaringan:  HSPA+ 21Mbps 850/900/1900/2100, Edge/GPRS 850/900/1800/1900
  • Sistem Operasi:  Android 3.0 (Honeycomb)
  • Dimensi: 246.2×170.4×10.9mm Bobot: 599g
  • Display: 10.1” 1280×800 (WXGA) TFT
  • Processor: 1GHz Dual Core application processor
  • Kamera Utama: 8.0-Mega Pixel Camera AF with LED Flash
  • Kamera Sekunder: 2.0 Mega Pixel
  • Video: MPEG4/H263/H264
  • Playback: 1080p FullHD Video @30fpsRecording: 1080p FullHD Video @ 24fps
  • Audio: MP3, AAC, AAC+, eAAC+, OGG, MIDI, AMR-NB/WB, 3.5mm Ear Jack, Stereo Speaker
  • Fitur lain: Android Market for more applications and contents, Android UI / Android BrowserGoogle Mobile Service: Google Talk Video Chat, Google Maps etc., Sensor Gyroscope, Accelerometer, Digital Compass, Proximity
  • Konektivitas: WiFi 802.11 (a/b/g/n), Bluetooth technology v2.1 + EDR, USB 2.0,
  • Memori: 16GB/32GB
  • Battery: 6860mAh  
sumber : tabloidpulsa.co.id

Read More......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Review iPad 2 : Tablet Rasa Apel Episode Kedua “Lebih Tipis dan Semakin Cepat”

Meski dianggap sebagai tablet terpopuler selama hidupnya setahun terkahir, iPad orisinil (iPad 1) masih memiliki beberapa kekurangan yang kadang cukup mengganggu. Hal itu kemudian menjadi sasaran tembak vendor-vendor tablet kelas dua yang mencoba menawarkan tablet alternatif dengan menawarkan ‘sesuatu’ yang tidak dimiliki iPad.

“Cukup sudah!” mungkin kalimat yang ingin disampaikan Apple lewat produk anyarnya iPad2. Produk iPad generasi terbaru ini dilepas untuk menutupi kekurangan iPad terdahulu dengan cara mereka sendiri.
Karena, diakui atau tidak, iPad telah menjadi trendsetter selama ini. Apple berhasil menggiring bentuk tablet yang sudah ada menuju bentuk yang seperti kita lihat belakangan. Wajar apabila kemudian sebuah perbaikan yang dilakukan trendsetter akan ditunggu-tunggu, baik oleh penggemar maupun mereka yang membencinya.
Secara resmi iPad 2 diluncurkan di Amerika Serikat pada Maret 2011, dengan 2 varian, yakni WiFi dan WiFi + 3G. Keduanya dilepas dengan tiga pilihan besaran storage, yaitu 16 GB, 32 GB, dan 64 GB. Beruntung, tak perlu menunggu lama produk inipun bisa didapatkan di pasar Indonesia. PULSA mendapatkannya di pusat perdagangan ponsel, Roxy Mas Jakarta dengan harga Rp 10.500.000,- untuk varian WiFi+3G 32 GB, berwarna putih. Lebih mahal dari harga resmi nya yang $729.99.

Desain iPad 2: Rumor Vs Fakta

Salah satu kekurangan iPad adalah besaran layarnya yang ‘nanggung’. 10 inchi dengan rasio 4:3 bukanlah hal yang membuatnya populer. Pencinta video akan memilih rasio 16:9, dan pencinta gadget tentu lebih memilih layar yang lebih kecil untuk perangkat setipis iPad.
Tahukah Anda? iPad 2 tidak memperbaiki hal ini. Diagonal layar iPad 2 tetap sama dengan pendahulunya- 10 inchi dengan aspek rasio yang sama pula. Tapi semua hal positif yang dimiliki iPad lawas tetap dibawa oleh iPad2. Layar TFT LED-Backlit 16 juta warna dengan perlindungan permukaan oleophobic terasa paling nyaman jika dibandingkan tablet-tablet dari vendor lain.
iPad2 dilepas dengan dua pilihan warna, yakni hitam dan putih. Namun pewarnaan tersebut sebatas bagian yang mengelilingi layar saja. Karena bagian penutup belakang iPad2 dihiasi material unibodi berwarna silvermetalik. Baik  iPad 2 berwarna hitam maupun putih akan memiliki warna ‘punggung’ yang sama.
Perbedaan akan terlihat ketika Anda membandingkan produk ber-3G dan tidak. Karena produk ber-3G dilengkapi dengan bagian penguat sinyal yang berwarna hitam pada ujung atas bagian cover belakang. Hal ini setidaknya bisa memudahkan kita untuk membedakan antara iPad 2 ber-3G dan tidak.
Sesuai dengan rumor yang beredar sebelum kemunculannya, iPad 2 memang dibuat dengan disain yang lebih ringkas. Artinya, ia dibuat lebih tipis dan ringan jika dibandingkan iPad lawas. Banyak hal positif yang kita dapatkan. Selain kita akan terlihat lebih elegan ketika menenteng produk ini, jemari pun akan lebih mudah mengakses layar. Sayangnya kenyataan ini berlaku terbalik bagi mereka yang menggunakannya tanpa cover tambahan. Ketakutan kan tergelincirnya iPad 2 dari tangan semakin besar karena ketipisannya itu.
Perbandingan antar ipad 2 (atas) dengan ipad (bawah)
Di awal peluncuran iPad 2, semua orang meramaikan smart cover. Itu loh, penutup iPad 2 yang disebut-sebut pintar karena bisa berubah bentuk! Sayangnya PULSA tidak mendapatkan ini di paket pembelian.
Kamera dan Facetime
Satu kekurangan iPad lawas adalah ketidakhadiran kamera. Dimana kemudian Samsung Galaxy Tab kerap menggunakan alasan ini untuk dianggap lebih baik. Di satu sisi, ya, kamera iPad 2 mampu membuatny atampil lebih baik ketimbang iPad. Sayangnya di sisi lain, tidak, kamera Galaxy Tab tetap lebih baik dari kamera iPad 2.
Kalau boleh beralasan, Apple pasti akan bilang: ini tablet, bung! Apa yang bisa Anda lakukan dengan tablet? Memotret orang sambil menodongkan iPad yang lebar di jalanan juga kayaknya tidak memungkinkan. Kecuali memang Anda sedang pamer iPad 2. Atau jangan-jangan Anda akan dikira sedang melukis, bukan memotret.
Sebagai gambaran saja. iPad 2 memiliki 2 kamera. Satu di depan, satu di belakang. Dimana kamera depan memiliki resolusi VGA (640 x 480 pixel), sementara kamera belakang membawa resolusi 0.7 megapixel (960 x 720 pixel). Beruntung, kamera belakang mampu merekam video HD 720p (1280 x 720 pixel) yang berasio 19:6. Aneh ya?
Kamera depan bisa digunakan untuk foto-foto diri. Tapi utamanya, kamera ini disiapkan untuk Facetime. Fitur videochat via jaringan WiFI yang mulai muncul sejak kehadiran iPhone 4 ini kerap dianggap sebagai fitur killer guna menantang fitur video call milik 3G.
Sebelum beranjak membicarakan kinerjanya, masa depan Facetime di Indonesia masih menjadi pertanyaan besar. Pertama, karena facetime mutlak membutuhkan WiFi yang stabil. Di Indonesia, bahkan di kota-kota besar sekalipun, hotspot WiFi yang stabil masih menjadi barang langka. Kedua, Facetime akan berpacu melawan waktu, sebelum Video Chat Yahoo Messenger for iOS bisa digunakan di Indonesia.
Masuk ke kinerja. PULSA mencoba melakukan panggilan Facetime dari iPhone 4 ke iPad 2 dan sebaliknya. Saat iPhone 4 sudah tersambung, kami bahkan belum bisa log in ke facetime dengan beberapa akun Apple yang dimiliki. Banyak faktor yang berpengaruh di sini, dan masalah firewall di jaringan WiFi bisa jadi kendala. Untuk itu, tulisan mengenai pembahasan Facetime dan uji cobanya secara panjang lebar akan kami bahas di edisi selanjutnya.
iOS 4.3.1
iPad 2 membawa software yang sama dengan iPad. Tentu dengan beberapa update-an versi. Tapi, sebagai catatan, iPad lawas pun bisa diupgrade ke versi OS ini. Artinya dari sisi software, iPad 2 tidak punya perbedaan berarti dibanding iPad. Kecuali sejumlah aplikasi anyar yang berhubungan dengan fungsi kamera, semisal Photo Booth dan Facetime.
Sementara kemampual multimedia standar seperti audio dan video masih tak berubah. Positif untuk masalah audio tapi kurang sempurna di sisi video. Masalah koneksi yang terbatas menjadi kendala utama. Terutama ketika kita mencoba untuk memindahkan file video HD berformat MOV. Harus diupload ke iTunes dulu, baru disinkronisasikan, sudah begitu, kita tetap harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua bitrate yang didukung oleh iPad 2.


No Document Processing By Default
Buat Anda yang kerap berkutat dengan dokumen milik Windows, semisal words, Excel dan sebagainya, iPad memang bukan pilihan utama. Demikian juga iPad 2. Asal tahu saja, Apple iPad punya aplikasi yang setara untuk kegiatan tersebut, tapi Anda harus membelinya secara terpisah.


Lebih Cepat?
Pertanyaan ini muncul pertama kali ketika PULSA baru mengaktifkan iPad 2. Apakah benar iPad 2 lebih cepat dari iPad original? 
Secara teori sih, harusnya begitu. Jika dibandingkan, iPad 2 memiliki prosesor ganda 1 GHz. Sementara iPad hanya menggunakan prosesor single 1 GHz. Di sisi RAM iPad 2 punya memori yang lebih besar 2 kali lipat, yakni 512 MB, sementara iPad hanya 256 MB.
Lalu ketika kami coba, kecepatan akselerasi ini sangat terasa saat pergantian fitur, saat menutup aplikasi, hingga membukany akembali dari task manager. Hampir tidak ditemukan jeda, yang sering kami temui di iPad. Terbukti! Belum lagi responsivitas layar juga meningkat karena prosesor anyar ini. Hal yang sangat dibutuhkan oleh perangkat berlayar sentuh seperti iPad 2.
Tidak berhenti sampai situ, keingintahuan kami akhirnya memutuskan untuk melakukan benchmark. Dan Geekbench adalah pilihan kami. Sejatinya aplikasi ini diperuntukkan bagi iPhone. Namun versi teranyarnya diklaim sudah bisa mendeteksi performa iOS dengan dual processor.
Berikut adalah hasilnya, ketika kami bandingkan dengan iPhone 4 dan iPad (1):

iPad 2
iPad (1)
iPhone 4
GeekBench Score
737
451
382
Integer
679
349
300
Floating Point
888
457
363
Memory
786
686
612
Stream
318
321
282
Skor Geekbench menunjukkan bahwa performa iPad 2 berada 2 kali lipat di atas iPad.
Jadi, Beli atau Tidak?
iPad 2 sepertinya dilepas untuk pasar baru. Bukan pemilik iPad lawas. Karena tidak banyak perubahan berarti di iPad 2. Terutama di sisi software. Tapi jika Anda berniat mengganti tablet yang tengah Anda miliki ke tablet yang lebih baik, iPad 2 adalah satu rekomendasi yang belum ada lawannya (sampai tulisan ini dibuat).
Soal harga, itu sangat relatif. Menurut kami sih, jika harganya di Indonesia terlalu jauh dari harga resmi yang ditawarkan Apple, lebih baik tunggu saja dulu sampai harganya menjadi stabil.
Spesifikasi :


Apple iPad 2
Prosessor
1 Ghz Dual-core A5
Display
9.7”
Resolusi
1024x768(132ppi)
RAM
1GB
Memori
16GB, 32GB,46GB
Kamera Depan
VGA (640x 480 pixel)
Kamera Belakang
0,7MP
Video
720p
Video Playback
720p
OS
IOS 4.3
Memori Internal
None
Flash
None
Ports
30Pin dock connector port
Sensor
Accelerometer, Gyroscope
Network
3G

Read More......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Blackberry Playbook Review

Setelah diumumkan pada kuarter ke-4 akhir tahun lalu dan sempat tertunda peluncurannya. Playbook akhirnya bisa dinikmati para pengguna setia BlackBerry. Ketika tulisan ini dibuat, PlayBook memang secara resmi hanya tersedia di pasar Amerika Utara namun setidaknya Anda bisa menemukan PlayBook versi BM di pasar lokal dengan mudah. Apa saja kelebihan dan kekurangan tablet besutan RIM ini? Berikut ulasan kami.
Kesimpulan
BlackBerry Playbook jelas bukan sekedar perangkat yang memasuki arena pertempuran tablet tanpa membawa senjata andalan. Berbagai fitur seperti multi tasking dan browser mampu tampil maksimal dan menjadi pembeda Playbook dengan para pesaingnya.
Sayangnya fitur vital yang mendasar seperti aplikasi email, contacts juga calendar tidak tersedia secara default dan hanya bisa didapatkan setelah menghubungkan Playbook dengan smartphone BlackBerry. Sampai tulisan ini dibuat, bahkan BlackBerry Messenger juga belum tersedia di Playbook. Tapi jangan khawatir untuk yang satu ini, BlackBerry tengah menyiapkannya via BlackBerry Bridge. Jadi rasanya tak berlebihan jika PULSA menyebut Playbook sebagai pelengkap smartphone BlackBerry bukan?

Kelebihan
•    Kamera dengan perekam video 1080p
•    Browser kaya fitur
•    Multitasking
Kekurangan
•    Minim aplikasi bawaan
•    Optimal setelah terhubung dengan smartphone BlackBerry
Desain
Dengan dimensi yang tak jauh beda, ukuran Playbook nyaris sama dengan Galaxy Tab. Meski begitu, rasa yang dihadirkan kedua gadget ketika digengam jelas bertolak belakang. Menurut PULSA bahan plastik yang terasa seperti karet pada bagian belakang Playbook membuatnya terasa tidak licin dan lebih nyaman untuk digunakan berlama-lama.

Beralih ke segi bentukan, sudut-sudut pada Playbook menghadirkan kesan yang tegas dan tampak lebih kaku jika dibandingkan dengan iPad.
Di sisi depan Playbook tampak layar yang dikelilingi oleh frame hitam yang berukuran cukup besar, meski tampak mengganggu namun keberadaannya bukan tanpa alasan karena sebenarnya frame ini merupakan frame sensitif sentuh yang fungsional dalam mengakses setiap menu dan akan semakin memudahkan seiring lamanya waktu penggunaan Playbook.
Pada Playbook Anda akan menemukan 4 buah tombol pada sisi atas, tombol ini masing-masing adalah tombol power dan 2 buah tombol pengatur volume yang mengapit tombol play/pause. Dalam penggunaannya PULSA lebih menggunakan layar dan touch-sensitive frame. Sementara setiap port yang Anda butuhkan bisa diakses pada sisi bawah Playbook.

BlackBerry Tablet OS oleh QNX
Berbeda dengan Apple yang menggunakan sistem operasi yang sama pada perangkat iPhone dan iPad-nya. RIM bekerjasama dengan QNX Software Systems  memilih untuk mengembangkan sebuah sistem operasi khusus untuk perangkat tablet besutannya bertajuk BlackBerry Tablet OS.

Sebelum diakuisisi oleh RIM, QNX Software Systems lebih banyak menciptakan sistem operasi untuk digunakan pada kendaraan bermotor, alat medis, sistem navigasi, bahkan kendaraan tak berawak militer AS. Meski tidak terlalu berhubungan dengan industri telekomunikasi tapi jelas bidang tersebut merupakan sektor yang memerlukan tingkat presisi tinggi pada setiap perangkatnya.
Pada tampilan awalnya Anda akan menemukan user interface yang mirip dengan tampilan UI BlackBerry OS 6 dengan 4 buah tray yang terpampang bersandingan, masing-masing adalah All, Favorites, Media dan Games.

Untuk berpindah antar tray, Anda dapat menekan judul tray yang diinginkan atau menyapu layar ke kanan atau kiri. Setiap tray tersebut juga dapat Anda buka-tutup dengan menekan ikon tanda panah yang terletak pada sudut kanan tray atau menyapu dari frame bagian bawah ketengah layar.
Menu “options” dapat Anda akses dari tray All atau dengan menyapu layar dari frame bagian atas ke arah bawah atau menekan ikon option disudut kanan-atas layar ketika berada pada homescreen.

Secara default Playbook hanya disertai dengan sedikit sekali aplikasi bawaan. Bahkan RIM tidak menyertakan beberapa aplikasi vital seperti email, calendar, ataupun contacts. Untuk urusan surat elektronik Anda hanya akan melihat beberapa ikon pada menu yang  nyatanya hanya berfungsi sebagai launcher atau browser shortcut.

True Multi-Tasking
Hal yang satu ini jelas menjadi keunggulan BlackBerry Playbook dibandingkan beberapa pesaingnya. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, dan bukan hanya sekedar multi-tasking seperti layaknya pada perangkat tablet atau ponsel lain.
Karena biasanya ketika Anda menjalankan sebuah aplikasi dan berpindah ke menu utama untuk menjalankan aplikasi lain biasanya aplikasi yang berjalan akan men-pause proses yang sedang berjalan namun tidak demikian ketika saat menggunakan PlayBook, apapun proses yang sedang berjalan akan tetap berlangsung meskipun Anda membuka aplikasi atau fitur lain. Dan yang lebih menarik semua proses berjalan tanpa lag sedikitpun.

Bahkan saat PULSA mencoba menjalankan beberapa aplikasi  termasuk game beresolusi tinggi, NFS: Underground dan memutar video demo bawaan yang juga berformat full HD secara bersamaan, PULSA masih dapat melakukan steering pada game saat layar menampilkan jendela multitasking.
Untuk merasakan fitur ini dengan maksimal sebelumnya Anda perlu mengakses Options>General  dan ubah pilihan “Application Behavior” menjadi “Showcase”.
Jendela multitasking bisa diakses dengan menyapu layar dari frame bawah ke tengah layar (seperti membuka tray pada homescreen) atau dari frame di kanan/kiri ke tengah layar.

BlackBerry Bridge
Fitur ini berfungsi untuk menghubungkan dan mensinkronisasi PlayBook dengan perangkat BlackBerry yang Anda gunakan. Setelah terhubung Anda akan mendapat satu buah tambahan tray bertajuk “BlackBerry Bridge” pada homescreen. Tray ini menampilkan beberapa ikon untuk mengakses fitur pada BlackBerry yang tersinkronisasi. Misalnya, pada fitur calendar Anda dapat mengakses berbagai appointment pada BlackBerry bahkan membuat appointment baru.

Ketika tidak berada dalam area hotspot Anda dapat menggunakan Bridge Browser, artinya untuk terhubung dengan internet Anda menggunakan jalur operator pada BlackBerry yang tersinkronisasi.
Baru setelah terhubung pada perangkat BlackBerry lain lah Anda dapat merasakan dan menggunakan fitur pada PlayBook secara maksimal. Jadi menurut PULSA, jika Anda belum memiliki perangkat smartphone BlackBerry dan berencana untuk membeli Playbook, sebaiknya tunda niat Anda tersebut.

Kamera Superior
Playbook dilengkapi 2 buah kamera, 5MP di bagian belakang dan 3MP menghadap depan. Selain merupakan kamera sekunder dengan resolusi tertinggi saat ini, fitur kamera pada PlayBook punya kelebihan lain, yaitu kedua kameranya sudah dapat merekam gambar bergerak dalam resolusi full HD (1080p).
Kedua keunggulan tersebut memang belum ditemukan pada tablet keluaran vendor lain pesaing Playbook, tapi bukan berarti fitur kamera Playbook tanpa kekurangan, karena nyatanya ada beberapa poin yang menjadi nilai minus tersendiri, misalnya tidak tersedianya flash untuk kedua kamera serta absennya fitur autofocus.

Berbicara hasil, saat keadaan pencahayaan sekitar objek foto cukup seperti diluar ruang pada siang hari, hasil jepretan Playbook terbilang baik. Namun saat keadaan pencahayaan kurang, masih terdapat noise berupa bintik-bintik halus pada hasil foto.

Uncompromised Web Browsing Experience
Keunggulan BlackBerry PlayBook juga bisa dirasakan melalui fitur browsernya. Melalui browser bawaan yang tertanam pada Playbook, Anda bisa merasakan pengalaman ber-internet layaknya ketika menggunakan desktop. Ketiga membuka sebuah situs, Anda tidak akan diarahkan secara otomatis menuju versi mobile situs tersebut.

Anda juga bisa memaksimalkan situs bermuatan Flash berkat dukungan Adobe® Flash® Player 10 yang tersedia secara default.
Untuk mengakses extra options pada browser dengan menyapu frame bagian atas kea rah bawah. Pada panel ini Anda dapat mengakses fitur multi tab, download dan options.

sumber : tabloidpulsa.co.id

Read More......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS